Sabtu, 28 Maret 2020

MENULIS SEMUDAH BERNAFAS


MENULIS SEMUDAH BERNAFAS


Mengapa bernafas itu mudah? karena kita hanya bernafas saja tanpa berpikir. Menulis juga demikian. Menulis akan terasa sangat sulit apabila hanya berpikir terus tanpa menulis.

Menulis menjadi sulit karena dipikir. Dipikir karena mencampurkan pekerjaan menulis dengan mengedit. Mengedit perlu berpikir, ketelitian dan kehati-hatian.

Menulis semudah bernafas ketika kita memisahkan kegiatan menulis dengan mengedit. Biarkan semua kesalahan kata-kata, tanda baca dan paragraf pada saat menulis. Jangan berpikir saat menulis.

Tips menulis semudah bernafas

1. Tuliskan kegiatan anda kemarin dari bagun tidur sampai menjelang tidur malam.

2. Tuliskan rencana anda besok pagi dari bagun tidur sampai menjelang tidur malam.

3. Baca sebuah buku. Pahami dan tuliskan kembali ringkasannya.

4. Baca sebuah artikel kemudian tulis ulang dengan bahasa sendiri

5. Ikuti sebuah forum lalu tuliskan hasil forum itu.

6. Dengarkan cerita kemudian tuliskan cerita itu.

7. Lihatlah satu film lalu tuliskan ulang cerita film itu.

8. Tulislah riwayat hidup anda/keluarga anda. Atau tuliskan kisah tentang anak anda.

9. Tuliskan kesan pertemuan pertama dengan pasangan anda. Karena pengalaman berkesan akan tetap        bertahan dalam ingatan.

10.Tuliskan kesulitan - kesulitan anda ketika menulis.

 Bila dengan semua Tips tersebut belum berhasil untuk menulis semudah bernafas ada jurus terakhir yaitu  BRT (Bicaralah, Rekam, Transkrip) hasil rekaman anda. Kuncinya adalah:


  •  Belajar menulis cepat terlebih dahulu. Persoalan kualitas dibiarkan dulu.
  •  Latihan menulis
  •  Menulis dan terus menulis

Menulis menjadi semudah bernafas  apabila


  • Memisahkan menulis dengan mengedit
  • Tidak berbicara kualitas, hanya fokus menulis
  • Merutinkan menulis

Setelah membaca tips menulis semudah bernafas mari  kita membiasakan diri untuk menulis. Hanya praktek menulis setiap hari yang akan membuat kita menjadi lancar dan terampil dalam  menulis hingga akan berwujud seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Congratulations   Congratulation, satu kata yang membuat hatiku berdebar. Ternyata aku lolos dalam barisan para guru hebat dunia meski ak...