COVID-19 DAN CERITAKU
Kondisi dunia yang dihantui oleh covid-19 berimbas pada semua kehidupan manusia. Riwayat virus yang dapat menular dari kontak antar orang perorang menjadi latar belakang mengapa social distancing dan physical distancing menjadi kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah. Kebijakan ini merupakan upaya yang harus dilakukan demi memutus rantai penyebaran dan penularan virus Covid-2019 tersebut. Hingga hari ini 28, Maret 2020 tercatat sudah 1.155 kasus, meninggal 102 orang dan sembuh 59 orang. Angka yang terus bertambah dalam setiap detik dan menitnya bila tidak ada partisipasi aktif semua masyarakat untuk menjaga diri.
Banyak wajah-wajah yang kecewa dengan kebijakan pemerintah. kekecewaan yang disebabkan oleh kebjakan yang tidak dilaksanakan dengan full serious. Hal ini nampak dari arus keluar masuk wilayah di Indonesia masih tetap berlangsung. Tumpang tindih antara satu kebijakan dengan kebijakan lain terus berlanjut. Kebijakan hanya sebatas menjaga jarak tapi tidak diimbangi oleh penutupan akses masuk dan keluar wilayah yang sebetulnya memiliki resiko paling besar bagi penyebaran covid-19 dari satu wilayah ke wilayah lain.
Masyarakat sudah berusaha untuk melakukan apa yang dianjurkan oleh pemerintah tetapi di luar sana banyak orang-orang yang dengan santainya bisa ke sana ke mari seolah sudah sangat steril dan dijamin aman bagi masyarakat lain.
Entah apa yang terjadi dengan bangsa kita, pengambil kebijakan seakan biasa-biasa saja dan tidak selangkah dalam bertindak dan menerapkan kebijakan yang ada.Kondisi yang benar-benar membuat masyarakat harus ulang-ulang kali mengelus dada hanya sekedar memastikan dada masih cukup lebar untuk bisa menerima kenyataan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar