![]() |
| Ini mindmapku keren kan? |
Blog ini adalah tempat untuk menuangkan rasa dan pikiran, berbagi bersama untuk mencari sebuah kemanfaatan
Minggu, 29 Maret 2020
Sabtu, 28 Maret 2020
MENULIS SEMUDAH BERNAFAS
MENULIS SEMUDAH BERNAFAS
Mengapa bernafas itu mudah? karena kita hanya bernafas saja tanpa berpikir. Menulis juga demikian. Menulis akan terasa sangat sulit apabila hanya berpikir terus tanpa menulis.
Menulis menjadi sulit karena dipikir. Dipikir karena mencampurkan pekerjaan menulis dengan mengedit. Mengedit perlu berpikir, ketelitian dan kehati-hatian.
Menulis semudah bernafas ketika kita memisahkan kegiatan menulis dengan mengedit. Biarkan semua kesalahan kata-kata, tanda baca dan paragraf pada saat menulis. Jangan berpikir saat menulis.
Tips menulis semudah bernafas
1. Tuliskan kegiatan anda kemarin dari bagun tidur sampai menjelang tidur malam.
2. Tuliskan rencana anda besok pagi dari bagun tidur sampai menjelang tidur malam.
3. Baca sebuah buku. Pahami dan tuliskan kembali ringkasannya.
4. Baca sebuah artikel kemudian tulis ulang dengan bahasa sendiri
5. Ikuti sebuah forum lalu tuliskan hasil forum itu.
6. Dengarkan cerita kemudian tuliskan cerita itu.
7. Lihatlah satu film lalu tuliskan ulang cerita film itu.
8. Tulislah riwayat hidup anda/keluarga anda. Atau tuliskan kisah tentang anak anda.
9. Tuliskan kesan pertemuan pertama dengan pasangan anda. Karena pengalaman berkesan akan tetap bertahan dalam ingatan.
10.Tuliskan kesulitan - kesulitan anda ketika menulis.
Bila dengan semua Tips tersebut belum berhasil untuk menulis semudah bernafas ada jurus terakhir yaitu BRT (Bicaralah, Rekam, Transkrip) hasil rekaman anda. Kuncinya adalah:
- Belajar menulis cepat terlebih dahulu. Persoalan kualitas dibiarkan dulu.
- Latihan menulis
- Menulis dan terus menulis
Menulis menjadi semudah bernafas apabila
- Memisahkan menulis dengan mengedit
- Tidak berbicara kualitas, hanya fokus menulis
- Merutinkan menulis
Setelah membaca tips menulis semudah bernafas mari kita membiasakan diri untuk menulis. Hanya praktek menulis setiap hari yang akan membuat kita menjadi lancar dan terampil dalam menulis hingga akan berwujud seperti ini.
COVID-19 DAN CERITAKU
Kondisi dunia yang dihantui oleh covid-19 berimbas pada semua kehidupan manusia. Riwayat virus yang dapat menular dari kontak antar orang perorang menjadi latar belakang mengapa social distancing dan physical distancing menjadi kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah. Kebijakan ini merupakan upaya yang harus dilakukan demi memutus rantai penyebaran dan penularan virus Covid-2019 tersebut. Hingga hari ini 28, Maret 2020 tercatat sudah 1.155 kasus, meninggal 102 orang dan sembuh 59 orang. Angka yang terus bertambah dalam setiap detik dan menitnya bila tidak ada partisipasi aktif semua masyarakat untuk menjaga diri.
Banyak wajah-wajah yang kecewa dengan kebijakan pemerintah. kekecewaan yang disebabkan oleh kebjakan yang tidak dilaksanakan dengan full serious. Hal ini nampak dari arus keluar masuk wilayah di Indonesia masih tetap berlangsung. Tumpang tindih antara satu kebijakan dengan kebijakan lain terus berlanjut. Kebijakan hanya sebatas menjaga jarak tapi tidak diimbangi oleh penutupan akses masuk dan keluar wilayah yang sebetulnya memiliki resiko paling besar bagi penyebaran covid-19 dari satu wilayah ke wilayah lain.
Masyarakat sudah berusaha untuk melakukan apa yang dianjurkan oleh pemerintah tetapi di luar sana banyak orang-orang yang dengan santainya bisa ke sana ke mari seolah sudah sangat steril dan dijamin aman bagi masyarakat lain.
Entah apa yang terjadi dengan bangsa kita, pengambil kebijakan seakan biasa-biasa saja dan tidak selangkah dalam bertindak dan menerapkan kebijakan yang ada.Kondisi yang benar-benar membuat masyarakat harus ulang-ulang kali mengelus dada hanya sekedar memastikan dada masih cukup lebar untuk bisa menerima kenyataan yang ada.
Hadapi Covid-19 dengan hati damai
HADAPI COVID-19 DENGAN HATI DAMAI
Interaksi sosial yang terbuka luas memungkinkan kontak dan komunikasi setiap individu tak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Keadaan ini tidak saja memberikan dampak positif namun juga negatif.
Kemajuan ekonomi dan budaya mungkin menjadi satu indikator dampak positif. Tetapi penyebaran wabah dari satu tempat ke tempat lain juga menjadi dampak negatif yang tak bisa dielakkan. Contoh konkritnya penyebaran Virus Covid-19 sekarang ini.
Jarak bukanlah suatu jaminan keamanan. Awalnya kita merasa aman karena jarak antara kita dengan tempat lahir Covid-19 sangat jauh. Tetapi tiba-tiba kita harus menerima kenyataan bahwa Covid-19 sudah tiba di tempat kita.
Warna bahagia langsung berubah. Kepanikan muncul sebagai reaksi penyebaran virus yang tak terkira. Setiap saat jumlah penderita bertambah. Memunculkan rasa takut dan panik yang mendalam.
Rasa takut dan panik itu berimbas pada lahirnya tindakan sosial yang logis tapi minim nurani. Akibatnya apa? KELANGKAAN. Kebutuhan yang berkaitan langsung dengan sanitasi menjadi sulit ditemukan. Sehingga melahirkan kepanikan baru dalam masyarakat. Masyarakat tidak saja panik menghadapi covid-19, tetapi juga panik dengan sulitnya cara untuk membentengi diri.
Bagaimana menghadapi Covid-19 dengan hati tetap damai? Mari ikuti diskusi GoSmart. Dengan tema "Edukasi Persuasif Tangkal Covid-19.
Kali ini GoSmart menghadirkan narasumber Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo, ibu Misranda Nalole. Dipandu oleh Host Indra Chaniago Kepala Tata Usaha SMA Terpadu Whirabakti Gorontalo.
Catat waktu dan link roomnya
Jum'at, 27 Maret 2020, Pkl. 19.30 Wita
Melalui link
https://bit.ly/tayanganGOSMART
*Tim GoSmart*
Jumat, 27 Maret 2020
HADAPI COVID-19 DENGAN HATI DAMAIInteraksi sosial yang terbuka luas memungkinkan kontak dan komunikasi setiap individu tak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Keadaan ini tidak saja memberikan dampak positif namun juga negatif.
Kemajuan ekonomi dan budaya mungkin menjadi satu indikator dampak positif. Tetapi penyebaran wabah dari satu tempat ke tempat lain juga menjadi dampak negatif yang tak bisa dielakkan. Contoh konkritnya penyebaran Virus Covid-19 sekarang ini.
Jarak bukanlah suatu jaminan keamanan. Awalnya kita merasa aman karena jarak antara kita dengan tempat lahir Covid-19 sangat jauh. Tetapi tiba-tiba kita harus menerima kenyataan bahwa Covid-19 sudah tiba di tempat kita.
Warna bahagia langsung berubah. Kepanikan muncul sebagai reaksi penyebaran virus yang tak terkira. Setiap saat jumlah penderita bertambah. Memunculkan rasa takut dan panik yang mendalam.
Rasa takut dan panik itu berimbas pada lahirnya tindakan sosial yang logis tapi minim nurani. Akibatnya apa? KELANGKAAN. Kebutuhan yang berkaitan langsung dengan sanitasi menjadi sulit ditemukan. Sehingga melahirkan kepanikan baru dalam masyarakat. Masyarakat tidak saja panik menghadapi covid-19, tetapi juga panik dengan sulitnya cara untuk membentengi diri.
Bagaimana menghadapi Covid-19 dengan hati tetap damai? Mari ikuti diskusi GoSmart. Dengan tema "Edukasi Persuasif Tangkal Covid-19.
Kali ini GoSmart menghadirkan narasumber Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo, ibu Misranda Nalole. Dipandu oleh Host Indra Chaniago Kepala Tata Usaha SMA Terpadu Whirabakti Gorontalo.
Catat waktu dan link roomnya
Jum'at, 27 Maret 2020, Pkl. 19.30 Wita
Melalui link
https://bit.ly/tayanganGOSMART
*GoSmart*
Langganan:
Komentar (Atom)
Congratulations Congratulation, satu kata yang membuat hatiku berdebar. Ternyata aku lolos dalam barisan para guru hebat dunia meski ak...
-
Indahnya Dunia Virtual By. Me Dunia virtual mungkin satu istilah yang terasa asing pada sebagian orang tetapi sangat familiar bagi pecint...

